PSM Makassar berhasil mengalahkan wakil Vietnam, Becamex Binh Duong dengan skor 2-1 pada laga leg kedua babak semi-final zona ASEAN Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (26/06) sore WIB. Pada pertandingan itu PSM harus tertinggal terlebih dahulu setelah Becamex Binh Duong berhasil mencetak gol pada menit ke-45+3 melalui sundulan Wander Luiz. Tim Juku Eja yang berstatus tuan rumah pada pertandingan tersebut baru berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-75 setelah pemain Becamex Binh Duong, Ho Tan Tai mencetak gol bunuh diri. PSM berbalik unggul pada menit ke-87 setelah Aaron Evans berhasil mencetak gol melalui tendangan di dalam kotak penalti.

Meskipun menang, namun PSM dipastikan tersingkir dari Piala AFC 2019, kalah agresifitas gol tandang dari Becamex Binh Duong. Karena pada pertandingan leg pertama yang berlangsung di Go Dau Internasional Stadium, Vietnam, PSM harus menelan kekalahan dengan skor 1-0. Dengan tersingkirnya PSM di Piala AFC, berarti hal itu menambah daftar panjang pencapaian buruk tim-tim Indonesia di Piala AFC. Berikut adalah kiper klub-klub Indonesia di kompetisi level Asia dalam lima tahun terakhir atau sejak tahun 2014 yang lalu.

Kompetisi Asia 2014: Arema FC dan Persipura Jayapura

Pada musim 2014 klub Indonesia tidak lagi mendapat jatah lolos ke babak utama Liga Champions Asia. Dengan demikian, klub juara dan runner-up Liga 1 2013 hanya berhak mengikuti Piala AFC dimulai dari babak penyisihan grup.

Pada saat itu Arema FC yang berstatus sebagai runner-up Liga 1 2013 hanya bisa melaju hingga ke babak 16 besar. Sementara Persipura berhasil melaju hingga ke babak semi-final, sebelum akhirnya disingkirkan oleh wakil Kuwait, Al-Qadsia dengan skor agregat 2-10.

Kompetisi Asia 2015: Persib Bandung dan Persipura Jayapura

Persib Bandung yang berstatus sebagai juara Liga 1 2014 berhak mengikuti babak kualifikasi Liga Champions Asia, meskipun langkah mereka hanya sampai di putaran kedua babak kualifikasi dan harus bermain di Piala AFC. Sementara runner-up Liga 1 2014, Persipura Jayapura juga berhak mengikuti babak penyisihan grup Piala AFC. Namun sayangnya langkah kedua tim tersebut harus terhenti di babak 16 besar.

Kompetisi Asia 2016, 2017: –

Pada tahun 2016 dan 2017 Indonesia tidak mengirimkan wakilnya di kompetisi klub Asia, lantaran saat itu PSSI yang menjadi induk organisasi sepak bola Tanah Air sedang dibekukan oleh FIFA karena intervensi pemerintah.

Kompetisi Asia 2018: Bali United dan Persija Jakarta

Juara Liga 1 2017, Bhayangkara FC tidak bisa mengikuti Piala AFC karena linsensi mereka belum terdaftar. Alhasil Bali United dan Persija Jakarta yang merupakan klub peringkat kedua dan ketiga di Liga 1 2017 berhak mewakili Indonesia di Piala AFC 2018. Namun sayangnya Bali United harus terhenti di babak penyisihan grup, dan langkah Persija terhenti di babak semi-final zona ASEAN setelah kalah agregat 6-3 dari wakil Singapura, Home United.

Kompetisi Asia 2019: Persija Jakarta dan PSM Makassar

Sementara pada Piala AFC 2019 kali ini Indonesia diwakili oleh Persija Jakarta dan PSM Makassar, yang di mana masing-masing adalah juara dan runner-up Liga 1 2018. Hanya saja langkah Persija sudah harus terhenti di babak penyisihan grup, dan PSM seperti yang kita ketahui sebelumnya harus terhenti di babak semi-final zona ASEAN.

Untuk kamu yang suka bermain poker atau casino, langsung bergabung dengan 988Bet dan kunjungi 988Bet.org untuk menikmati banyak keuntungannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *